Adab Berhubungan Suami Istri Agar Bernilai Ibadah

Pict by popbela.com

Assalamualaikum. Selamat malam, Dears.
Bertemu lagi dengan blog saya.

Malam dingin begini bagi pasangan suami istri enaknya ngapain, ya?
Kalau anak-anak sudah pada tidur, cus ajak suami/istrinya ke kamar. Hihihi

By the way, udah pada tahu kan adab-adab yang perlu diperhatikan dalam berhubungan suami istri? Kalau belum, mari kita pelajari bersama agar hubungan suami istri tak hanya sebagai penyalur hasrat, tetapi juga bernilai pahala.

Nah, Dears, berikut saya tuliskan adab-adab dalam berhubungan suami istri yang disyariatkan dalam Islam:

1. Niatkan untuk beribadah

Kenikmatan hubungan suami istri ternyata dapat bernilai ibadah, lho, Dears. Bahkan mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Rasulullah telah menjelaskannya kepada para sahabat melalui sebuah hadist yang berbunyi:

"Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala”. (HR. Muslim, no. 2376)

Jadi, niatkan hubungan intim kepada pasangan sebagai ibadah agar mendapat pahala, ya, Dears. Tapi ingat, harus kepada pasangan halal, lho!

2. Lakukan foreplay terlebih dahulu

Foreplay atau pun pemanasan sebelum berhubungan sangat dianjurkan. Selain untuk meningkatkan hasrat pasangan, kegiatan merayu, bercumbu, dan lainnya sebelum bercinta dapat meningkatkan kehangatan hubungan suami istri.

3. Berdoa sebelum berhubungan

Dalam berhubungan suami istri, kita sangat dianjurkan untuk berdoa, ya, Dears. Agar setan tidak turut di dalamnya, serta menjauhkan setan dari anak yang terlahir dari hubungan tersebut.

Doa yang diajarkan Rasulullah sebelum berhubungan suami istri:

Bismillah, allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa.

Artinya: "Dengan (menyebut) nama Allah, Ya Allah, jauhkanlah kami dari gangguan setan, dan jauhkanlah setan dari rezeki yang engkau karuniakan kepada kami."

4. Bersetubuh dari arah mana saja asal bukan di dubur

Agar hubungan intim tidak terasa monoton, coba diskusikan dengan pasangan dengan mengubah posisi. Islam membebaskan umatnya untuk menyetubuhi istri dari arah mana saja yang suami suka. Hal itu tertulis jelas dalam firman Allah:

"Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki.” (QS. Al Baqarah: 223)

Imam Nahrawi menyebutkan bahwa ini adalah dalil bolehnya menyetubuhi istri di kemaluannya, terserah dari arah depan, belakang atau istri dibalikkan, asalkan di kemaluan tempat mani bersemai untuk mendapatkan keturunan.

Bila berhubungan suami istri dari arah mana saja dibolehkan, lain halnya dengan bagian dubur, ya, Dears. Haram hukumnya menyetubuhi istri pada tempat keluarnya kotoran.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:
"Benar-benar terlaknat orang yang menyetubuhi istrinya di duburnya.” (HR. Ahmad, 2: 479

Dalam hadist lainnya berbunyi:
"Barangsiapa yang menyetubuhi wanita haid atau menyetubuhi wanita di duburnya, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.” (HR. Tirmidzi, no. 135; Ibnu Majah, no. 639; Abu Daud, no. 3904)

5. Berwudhu jika hendak mengulangi hubungan

Jika kamu ingin mengulang kembali hubungan dengan istri setelah keluar mani, maka dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Imam Malik berkata bahwa berwudhu dapat membuat semangat meningkat ketika ingin mengulangi hubungan intim.

Rasulullah bersabda mengenai hubungan intim yang ingin diulang:
"Jika salah seorang di antara kalian menyetubuhi istrinya lalu ia ingin mengulanginya, maka hendaklah ia berwudhu." (HR. Muslim, no. 308)

6. Tidak menyetubuhi istri ketika haid

Haid adalah keluarnya darah kotor dari kemaluan wanita. Semua orang pasti jijik, ya, Dears, jika menyetubuhi istri saat mereka sedang haid.

Dalam Alquran dituliskan:
"Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari (hubungan intim dengan) wanita di waktu haid.” (QS. Al-Baqarah: 222).

Lalu, apakah bercumbu dengan istri saat haid tidak dibolehkan juga? Jawabannya boleh, Dears. Berdasarkan hadist Rasulullah yang berbunyi:
"Dari Aisyah, ia berkata bahwa di antara istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada yang mengalami haid. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ingin bercumbu dengannya. Lantas beliau memerintahkannya untuk memakai sarung agar menutupi tempat memancarnya darah haid, kemudian beliau tetap mencumbunya (di atas sarung). Aisyah berkata, “Adakah di antara kalian yang bisa menahan hasratnya (untuk berjima’) sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menahannya?” (HR. Bukhari, no. 302; Muslim, no. 293)

Dalam hadist lain disebutkan:
"Lakukanlah segala sesuatu (terhadap wanita haid) selain jima’ (di kemaluan).” (HR. Muslim, no. 302)

Jadi, boleh-boleh aja bercumbu dengan istri saat haid, ya, Dears. Asal jangan melakukan sesuatu pada kemaluannya. Jangan sampai kamu tidak bisa menahan hasrat hingga menjadi manusia yang kufur. Na'udzubillahi mindzalik.

Adapun suami yang menggauli istri di kemaluan saat sedang haid, maka ia harus beristighfar dan bersedekah sebanyak 1 dinar. Sebagian ulama menyebutkan 1/2 dinar.

7. Mandi junub setelah bertemunya dua kemaluan

Mandi junub wajib dilakukan setelah berhubungan suami istri, ya, Dears. Baik itu keluar mani atau pun tidak keluar mani saat berhubungan.

Dari Aisyah, Rasulullah bersabda:
"Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang seorang laki-laki yang menyetubuhi istrinya namun tidak sampai keluar air mani. Apakah keduanya wajib mandi? Sedangkan Aisyah ketika itu sedang duduk di samping, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku sendiri pernah bersetubuh dengan wanita ini (yang dimaksud adalah Aisyah, pen.) namun tidak keluar mani, kemudian kami pun mandi.” (HR. Muslim, no. 350)

8. Dilarang menyebarkan rahasia ranjang

Di masyarakat, banyak kita temukan ibu-ibu yang menceritakan tentang kondisinya dengan suami di ranjang. Bahkan di zaman serba teknologi ini, tulisan pengguna akun di media sosial juga tak lepas dari hal tersebut.

Kamu pasti pernah mendengar kalimat sejenis ini, "Suamiku kalau berhubungan sukanya di bawah."
Atau
"Suamiku cepat lelah. Baru sebentar sudah langsung tidur."
Atau
"Istri gue gak seru, kaku kayak kanebo kering!"
Dan kalimat-kalimat sejenis lainnya.

Ketahuilah, Dears, kalimat remeh seperti itu haram diucapkan oleh suami atau pun istri. Kamu gak mau kan dicap oleh Allah dan Rasul-Nya sebagai manusia paling jelek?

"Sesungguhnya termasuk manusia paling jelek kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang menggauli istrinya kemudian dia sebarkan rahasia ranjangnya.” (HR. Muslim, no. 1437).

Nah, itulah tadi adab-adab yang harus diperhatikan dalam berhubungan suami istri agar hubungan intim bernilai pahala.

Sampai di sini dulu postingan saya kali ini, Dears.

Selamat malam.

Assalamualaikum

Sumber:
1. https://rumaysho.com/12927-cara-hubu...-islami-1.html
2. https://rumaysho.com/12936-cara-hubu...-islami-2.html
3. https://rumaysho.com/12944-cara-hubu...-islami-3.html

25 comments

  1. Duh ini yg belum nikah baca juga boleh kan ya. Buat pengetahuan nanti kl udah menikah. Hhh
    Biar tiap hari dpt pahala trus. Eh. Wkwkwk

    ReplyDelete
  2. terima aksih banyak mba untuk sharingnya, meski saya belum menikah sangat bermanfaat informasinya ini sehingga saya tahu tata cara berhubungan suami istri agar menjaid sebuah ibadah

    ReplyDelete
  3. MasyaAllah, jazakillahu khoiran ukhti. Saya jadi ingat pertama kali berhubungan setelah nifas 😆. Semoga apapun yang kita lakukan menjadi ibadah ya, mba

    ReplyDelete
  4. MasyaAllah, ini penting juga buat kita ketahui. Terutama buat calon pengantin,hihihi..kalau saya mah pengantin lama, tetep adabnya harus diperhatikan. Biar dinilai jadi ibadah dan mendapatkan Pahala.
    Jazakillah infonya, mbak

    ReplyDelete
  5. Nggak banyak orang mau membahas ini ya, Mbak. Tapi, sejatinya sebagai seorang muslim kita pun harus belajar karena di dalam Islam segala sesuatu ada adabnya. Terima kasih untuk pencerahannya, ya, Mbak...

    ReplyDelete
  6. Haha baru mulai baca uda dek dekan wkwkwk,

    Nie bacaan tuk orang dewasa, apa daya yg daku yg belum punya psangan halal

    Ya Allah semoga Engkau segerakan :)

    Terimakasih Mbak atas ilmunya tuk pembelajaran diriku hehe

    ReplyDelete
  7. Makasih ilmunya Mbak. Memang ilmu seperti ini penting untuk dibahas, apalagi ini berpengaruh banget terhadap keharmonisan dan kelanggengan rumah tangga. Dan ternyata islam islam pun mengaturnya denhan sedemikian rupa ya, demi kemaslahatan pasangan itu sendiri.

    ReplyDelete
  8. ya Allah pembahasan suami istri lagi,,,seperti saya belum cukup umur

    ReplyDelete
  9. keren mba mau bahas ini secara publik. insyaAllah bisa jadi reminder buat yang belum mepraktikkan. saya jadi terinspirasi buat bahas topik yang sama :)

    ReplyDelete
  10. Masalah bersetubuh saat haid ini, aku pernah ikut zoom class. Ya ampun, pematerinya bilang boleh. Memang sepertinya dia non muslim. Dia bilang gak papa, gak ada resiko HB pas haid. Aku langsung search artikel yang menyatakan bahwa dari hasil penelitian, HB pas haid itu berpotensi endometriosis dan kena penyakit kelamin. Akhirnya dilurusin juga omongannya. Mana yang ikut banyak remaja pula.

    Aku follow ya mbak. Please folback blogku. Tq.

    ReplyDelete
  11. Di nomor 8 ini y mb, nyatanya kita masih sering menemukan ibu-ibu yang cerita dengan bebas di sosmed tentang *hubungan ranjang* dengan suaminya. Hiks, sedih sayaaaaa, gimana-gimana itu kan rahasia rumah tangga yaa

    ReplyDelete
  12. Terima kasih Mba atas sharingnya. Sungguh indah jika semua diniati ibadah ya?

    ReplyDelete
  13. Waah baru nemu blogger yg nulis ginian. Kirain hanya ada di ilmu. Fiqih. Tapi bener jg ya Mbak,dalam agama, semua ada adabnya. Beruntung punya pasangan yg mengerti adab seperti ini. Makasih upgrade ilmunya Mbak...

    ReplyDelete
  14. Masya Allah, sangat lengkap nya ajaran Islam hingga bersetubuh pun ada adabnya. Dobel banget ini mah nikmatnya hahaha

    ReplyDelete
  15. Terimakasih fiqih nissanya mbak. Jadi pengingat lagi yang dulu kulakukan tapi mulai ditinggalkan

    ReplyDelete
  16. Pembahasan seperti ini jarang dibahas tapi memang perlu diketahui perempuan juga pasutri. Makasih infonya, Mbak

    ReplyDelete
  17. Makasih mbak sharingnya. Ini beneran jadi reminder buat aku pribadi. Biar yang enaena halal ini bisa punya nilai pahala ya..

    ReplyDelete
  18. Waalaikumusalam
    Wahh ilmu baru nih
    Terimakasih sharingnya Mbak

    ReplyDelete
  19. Alhamdulillah selama ini sudah sesuai adab ya mbak, hehehe. Biasanya dulu dianggap tabu tapi skrang mah emang jadi ilmu yang penting ya mbak

    ReplyDelete
  20. Makasih mbak sharingnya. Duh, pas puasa gini musti ada trik and tips nih hehe...

    ReplyDelete
  21. Wahh, nice info mbaa. Sharingnya bermanfaat banget nih mba khususnya bagi yg belum nikah hehe. Biar tahu ena-ena yg halal tuh kayak gimana, gak boleh asal-asalan biar dapat pahala hehe.

    ReplyDelete
  22. hihi jadi shy shy cat kalo soal ranjang, tapi ya insya Allah hal-hal diatas sudah menjadi tuntunan dan sunah nabi, sehingga perlakuan dan hubungan pasutri menjadi nilai ibadah, emmm kalo aku suka pakai lingerie sih ups

    ReplyDelete
  23. Infonya bagus banget nih mba... bermanfaat bagi pasangan yang belum tahu, dan bagi calon manten
    Memang lebih afdol jika ingin ML diniatkan beribadah, sesuai dengan adab pergaulan suami istri

    ReplyDelete
  24. Makasih hlo mbak,,artikelnya sangat membantu bagi newbie seperti saya.. :D

    ReplyDelete

Member Of