Menebar Kebaikan dengan Secuil Ilmu yang Kupunya


Merebaknya wabah virus Corona membuat banyak kegiatan terhenti. Mau tidak mau, suka tidak suka, masyarakat harus mengikuti arahan pemerintah demi keselamatan diri dan keluarga. Hal itu membuat sektor ekonomi di negeri ini nyaris lumpuh.

Banyak perusahaan yang melakukan PHK terhadap puluhan karyawannya. Ojek online dan penyedia jasa angkutan lainnya tidak mendapat orderan. Para pedagang sepi pembeli, omset terjun bebas. Pekerja di bidang lain juga tak kalah merasakan dampak akibat virus mematikan ini.

Ibu-ibu mengeluh akan dapur yang tak lagi ngebul seperti biasanya. Anak-anak kecil merengek minta susu dan jajan di warung tetangga. Para pahlawan bernama bapak tak kalah pusing memikirkan nasib keluarga. Kontrakan yang harus dibayar, listrik, hutang, dan biaya lainnya menambah berat beban hidup. Sementara, sebagian besar sudah dirumahkan tanpa gaji atau pesangon.

Perusahaan juga tak mampu membayar karyawan akibat penjualan yang terjun bebas hingga ke dasar lautan. Mereka terpaksa melakukan PHK terhadap karyawan yang bahkan sudah puluhan tahun mengabdi di perusahaan. Namun, apa daya, perusahaan tak punya dana untuk menggaji seperti biasanya.

Di tengah perut yang lapar, pikiran pun menjadi buntu. Para pahlawan keluarga itu rela melakukan apa saja demi menyambung hidup keluarga. Ada yang menjual ponsel seharga sepuluh ribu demi membeli beras, bahkan yang paling miris, mencuri beras untuk kelangsungan hidup keluarga.

Semua berita itu membuatku miris. Aku menangis. Meski kondisi ekonomiku juga tidak terlalu baik, tetapi aku masih bisa makan, tidur nyenyak di sebuah rumah kontrakan kecil, masih bisa membelikan susu untuk kedua balitaku.

Tetapi mereka? Sungguh, aku tidak tahu harus berbuat apa. Sedikit rezeki yang kumiliki hanya bisa diberikan kepada teman dekat di lingkunganku saja. Sementara, ada banyak orang di luar sana yang membutuhkan bantuan.

Doa ... sementara hanya itu yang bisa aku lakukan untuk saudara-saudara di negeri ini. Berharap wabah virus Corona ini segara hilang, Allah kembalikan kondisi negeri seperti semula.

Namun, hati terasa gundah karena tidak bisa melakukan apa-apa. Aku merasa tak berguna sama sekali. Berhari-hari aku merasa resah, terus berpikir apa yang bisa kulakukan untuk teman-teman di luar sana.

Setelah beberapa hari galau, akhirnya aku berpikir untuk berbagi sedikit ilmu, yang kudapat dari sebuah kelas berbayar yang kuikuti. Aku ingin mereka juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menggunakan smartphone-nya. Meski nominalnya terbilang kecil, tapi aku ingin sedikit berguna bagi orang lain.

Harapanku tidak banyak. Hanya ingin membantu orang lain dan menjadikannya sebagai amal jariyah, yang kelak akan terus mengalir meski ragaku tak bernyawa lagi.

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh.” (HR. Muslim no. 1631)

Zaman sekarang, nyaris semua ibu rumah tangga menggunakan smartphone. Entah itu untuk hiburan semata, jualan online, maupun hal lainnya. Maka, kenapa aku tidak mengajak mereka untuk melakukan yang kulakukan juga dengan smartphone?

Akhirnya kuputuskan untuk membuka kelas gratis belajar menulis artikel dan mengirimnya ke media berbayar.



Alhamdulillah, ternyata yang mau ikut cukup banyak, hampir seratus orang teman di Facebook. Terlebih, di saat WFH seperti ini, mereka lebih banyak waktu luang di rumah daripada hari biasanya. Aku pun berharap waktu yang ada bisa dimanfaatkan dengan baik agar lebih berdaya.

Kelas gratis itu kubuat di Whatsapp dengan nama grup Kelas MA (Menulis Artikel) dan JM (Jebol Media). Setelah materi yang kubagikan selama dua hari usai, aku mengganti nama WAG menjadi Silaturahim dan Berbagi. Nama WAG itu bertujuan agar semua yang ada dalam grup bisa terus menjalin ukhuwah dan berbagi berbagai macam informasi yang bermanfaat. Salah satunya lomba blog Dompet Dhuafa ini.



Setelah membagikan sedikit ilmu tentang bagaimana menulis artikel dan tips agar tulisan lolos media berbayar, saatnya para peserta menulis artikel dengan gaya bahasa yang sesuai dengan media yang dituju. Meski kelas sudah usai, aku masih membimbing mereka agar artikel yang dikirim bisa terbit di media.

Dan, saat yang paling membahagiakan bagiku adalah ketika artikel mereka tayang di media yang dituju.





Dan tahukah kalian apa yang lebih membahagiakan dari itu? Yaitu ketika beberapa orang di antara mereka memberi tahu bahwa fee atas artikel mereka yang telah terbit sudah masuk ke rekeningnya. Masyaa Allah...


Tidak ada yang bisa kuberikan pada teman-teman, saudara, dan semua orang yang ada di luar sana. Aku hanya bisa sedikit berbagi ilmu yang kumiliki.

Kuharap, dengan sedikit ilmu itu, bisa bermanfaat bagi orang lain dan menjadi amal jariyah-ku di akhirat kelak.

Harapanku lainnya adalah, dengan berbagi ilmu kepada teman-teman, bisa menjadi jalan awal mereka yang ingin menjadi penulis tetapi belum berani memulainya. 

Itulah sepenggal kisahku yang ingin menebar kebaikan dari secuil ilmu yang kumiliki.

"Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). Q.S Al-An'am : 160

Mari mulai berbagi kepada orang lain dengan apa saja yang bisa kita berikan. Jika tak punya harta untuk dibagi, ada tenaga yang bisa digunakan, ada ilmu yang bisa diajarkan. 

Untuk teman-teman yang memiliki kelapangan rezeki, bisa berbagi kepada sesama lewat Dompet Dhuafa. Mari tebarkan kebaikan berbagi bersama Dompet Dhuafa.

Pict by Kitabisa.com

Dompet Dhuafa merupakan lembaga amil zakat yang memiliki tujuan untuk mengentaskan kemiskinan dengan menggunakan lima pilar dalam program utamanya.


Melalui pengelolaan dana Zakat, Infaq, Sedekah, dan Waqaf (ZISWAF), Dompet Dhuafa sebagai lembaga non-profit melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat miskin.

Lembaga ini memiliki visi terwujudnya masyarakat dunia yang berdaya melalui pelayanan, pembelaan, dan pemberdayaan yang berbasis pada sistem yang berkeadilan.

Di tengah pandemi Corona ini, mari tebarkan kebaikan sebisa mungkin untuk siapa saja yang membutuhkan. Kebaikan yang dilakukan tidak akan membuat pelakunya merugi. Justru, kebaikan yang dilakukan akan berbalik pada diri sendiri.

"Dan barang siapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan)." [ar-Rûm/30:44]

Teman-teman bisa ikut membantu jika memiliki keringanan dalam finansial, dengan mengikuti program paket berbagi buka puasa senilai Rp. 30.000 per paket. 
Donasi Dompet Dhuafa bisa disalurkan melalui rekening:

 Bank Syariah Mandiri 703.057.9946
An. Yayasan Dompet Dhuafa Republika 

Pict by FP Dompet Dhuafa
Mari menebar kebaikan sebanyak-banyaknya, terlebih di bulan suci Ramadhan, di mana kebaikan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala

Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa.

2 comments

  1. Replies
    1. Aamiin... Makasih mbak.
      Awalnya gk punya ide, pas dah mepet terpikir buat nulis ini. Hihii

      Delete

Member Of