Cermin CreepyPasta : Ghibah

Assalamualaikum
Selamat datang di blog saya.

Ini salah satu tulisan fiksi saya. Nyoba-nyoba bikin CreepyPasta dan masih belajar.

Oh ya, sudah pada tahu apa yang dimaksud dengan tulisan creepypasta?
Ini saya copas definisinya dari tulisancreepypasta.blogspot.com

Apa itu creepy pasta? Creepy Pasta Menurut keterangan dari berbagai sumber, creepypasta terbagi dalam dua kata yaitu 'creepy' yang berarti 'menakutkan' dan 'pasta' yang jika diartikan kedalam bahasa indonesia berarti 'cerita'. jadi bisa dibilang creepypasta adalah cerita yang menakutkan atau jenis bacaan yang menceritakan sesuatu yang cukup untuk membuat bulu kuduk merinding, walaupun sebenarnya tidak ada yang tahu kata 'pasta' yang diartikan sebagai cerita itu berasal dari logat bahasa mana. Di internet sendiri kata creepypasta diistilahkan sebagai kata slang dari 'copy paste', sebuah istilah untuk menyalin teks dari website ke website secara terus menerus. Creepypasta berbeda dengan cerpen seram pada umumnya, yaitu creepypasta hanya terdiri dari beberapa kalimat/paragraf singkat dan kebanyakan memiliki plot twist (ending yang mengejutkan) ataupun tulisannya sendiri dirangkai sedemikian rupa agar terkesan datar dan biasa saja (dengan maksud untuk menyembunyikan bagian menyeramkan dari creepypasta itu sendiri).

Selamat membaca. Jangan lupa berikan kritik dan sarannya, ya... 😘

Ghibah
By: Isdamaya Seka
***

"Marni, sini gabung!"

Lagi, tiga orang tetanggaku itu berkumpul di serambi rumah salah satu dari mereka. Sebut saja mereka Gendut, Kurus, dan Jangkung. Tak ada hal lain yang mereka bicarakan selain keburukan orang. Tak terkecuali diriku.

"Maaf Mbak, saya mau masak dulu," tolakku halus. Jika ada jalan lain menuju warung, aku tak sudi melewati rumah mereka. Setelah ini, aku pasti jadi objek utama bahan gunjingan. Tak jarang kudengar mereka mengolok-olokku sebagai perempuan rumahan yang kerjanya cuma di dapur.

"Masak terus apa gak capek? Sesekali gabung biar gak kuper!" celetuk Gendut.

"Makasih, Mbak."

Aku mempercepat langkah. Telingaku panas lama-lama mendengar ocehan tiga makhluk itu. Lebih baik aku menyalurkan hobi di dapur.

Aku mulai menyiapkan bahan untuk membuat Dimsum udang. Semua bahan mulai dari kulit pangsit, udang, dan lainnya sudah tertata rapi. Aku melihat semua bahan, sepertinya ada yang kurang. Ah, sial! Telurnya lupa terbeli.

Dengan terpaksa aku harus kembali ke warung dan melewati tiga wanita berdaster yang masih asik tertawa dan sesekali berbisik. Kali ini, entah siapa yang mereka bicarakan.

"Kok, balik lagi, Mar?"

"Ada yang ketinggalan, Mbak."

Aku mempercepat langkah untuk menghindari pertanyaan susulan.

Setelah kembali dari warung, tak lama Gendut datang ke rumah.

"Masak apa, sih?" Tanpa kupersilakan masuk, wanita buntal itu langsung menuju dapur.

"Masak dimsum. Mbak mau bantu?"

Dia tampak berpikir sejenak, lalu melihat-lihat isi dapur tanpa menjawab pertanyaanku.
***

Sore hari, kuantarkan Dimsum itu kepada tetangga. Kurus dan Jangkung lagi-lagi duduk di serambi seperti biasa.

"Wah, lebih enak dari yang waktu itu," puji Kurus.

"Gendut mana, ya. Ada makanan enak gini, kok gak kelihatan dari tadi siang," celoteh Jangkung dengan mulut penuh Dimsum.

Aku kembali ke rumah dengan senyum terkembang. Kubuka lemari es, udang yang kubeli tadi masih utuh.

Ya! Mereka benar-benar menikmati daging saudaranya sendiri. Aku tersenyum puas.

End

17 comments

  1. Wah serem, jadi Marni ny psyco ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. begitulah, mbak. Sy lg belajar genre creepypasta

      Delete
  2. Waduhhh mengerikan. Gendut dicacah jd dimsum po ini? Hhh
    Cerpennya bagus mbak. Endingnya nggak bisa ditebak gitu aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Si gendut jd bahannya.
      Makasih, mbak. Sy masih belajar genre creepypasta. 😊

      Delete
  3. hmmmm, penasaran di manakah Si Gendut? Dimsum isi udang campuran daging...... (haduh kok jadi mikir mengerikan nyak) hehehehehe. Keren mbak ceritanya, bikin penasaran di ujung cerita. btw, tau aja siy yang banyak dagingnya tuh Si Gendut (hahahaha)

    ReplyDelete
  4. Oalaaa....Aku Kira makan daging saudaranya sendiri itu akibat menggunjing, katanya kalau menggunjing itu sprti makan daging saudaranya sendiri... Haha, Aku kok enggak ngerti, ya, baru pas baca komentar baru paham kalau si tambun dibunuh Marni.. serem ya

    ReplyDelete
  5. Seram banget. Sekadar saran, mungkin bagus bila di bagian awal disebutkan ghibahan apa aja yang udah dibicarakan tentang Marni sehingga Marni sakit hati banget sehingga timbul keinginannya untuk membunuh.

    ReplyDelete
  6. Aku agak serem sebenarnya ngebayangin ini, tapi jadi mikir aslinya mungkin enggak, ya, begini? Ini, judulnya Ghibah,kan? Jadi yang di ghibahin awalnya tentang Marni itu apa aja, ya? Yang bikin dia punya motif buat psycho. Seram, ah, kalau creepy pasta gini. Cuman udah sering baca jadi ketahuan pasti ntar masak daging orang deh.

    ReplyDelete
  7. Wah mbak, sama sekali gak nyangka endingnya. Begitu ya genre creepy pasta. Haha, tapi nggak diserem-seremkan udah serem

    ReplyDelete
  8. Memakan daging saudaranya sendiri, bentuk satirnya dapat mbak. Keren. Tapi kalau bisa sih, di kasih bocoran sedikit gosipnya apa, sehingga mereka harus memakan daging saudaranya sendiri.

    ReplyDelete
  9. Creepypasta, termasuk jenis cerpen yang baru saya tahu nih. Ternyata ada macamnya juga ya, salah satu jenis seram ini. Bukan seram horor seperti biasanya, tapi seperti sindiran halus yang menukik.

    ReplyDelete
  10. Ya ampun mbak, serem serem gelilah. Begitulah tanpa sadar kadang sangat mudah makan daging tetangganya sendiri dengan ghibah.

    ReplyDelete
  11. Jangan dimakan dagingnya.. Eh daging siapa ya ini? Kelanjutannya ada gak ta, jadi deg degan

    ReplyDelete
  12. Bagus mba ceritanya. Saya baru tahu crepypaste, tapi cerita begini masuk juga ke cerita surealis.

    ReplyDelete
  13. Gak nyangka endingnya bakal gitu tapi lumayan ngeri juga nih saya ngebayanginnya aja mau muntah, begitulah orang kalau suka ngegibah ya...

    ReplyDelete

Member Of